Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Tuan Rumah Grand Final Duta Santri Nasional, Rektor: Jihad
admin Agustus 26, 2023 ArticleJakarta – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya atau Unusa Jawa Timur dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan grand final Duta Santri Nasional 2023 yang mengusung tema “Santri Membangun Peradaban kemudian Perdamaian Dunia”.
Rektor Unusa Prof Dr Ir Achmad Jazidie M Eng di dalam Surabaya, Jumat, 20 Oktober 2023, menyampaikan bahwa program inisiatif ajang Duta Santri Nasional ini menjadi salah satu langkah positif dalam mempersiapkan para santri menjadi pemimpin masa depan.
“Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan serta meyakini acara ini akan menjadi wadah bagi para santri muda untuk menunjukkan kemungkinan terbaik mereka, serta mengekspresikan pemikiran mereka dalam memajukan peradaban global,” katanya.
Jazidie mengungkapkan jihad di tempat zaman yang digunakan sangat kompleks saat ini, tak lagi merujuk pada pertempuran melainkan perjuangan intelektual.
Ada empat hal yang menjadi tantangan dalam jihad santri ke depannya, yakni memperjuangkan keadilan, meningkatkan pendidikan, mengupayakan kesehatan, lalu menghapus kemiskinan.
“Meyakini jihad santri ke depan, Unusa sebagai lembaga sekolah melakukan upaya kontribusi salah satunya dengan membentuk research center dan juga research group dalam masing-masing fakultas. Dan bentuk implementasi hal tersebut adalah terwujudnya pusat penelitian Center of Environmental Health for Pesantren (CEHP),” katanya.
Ia berharap para santri sebagai pejuang ilmu, terus semangat melakukan jihad intelektual dalam mengembangkan pengetahuan serta mengikuti perubahan fundamental teknologi digital.
Unusa menunjukkan komitmennya untuk terus membantu inisiatif-inisiatif yang tersebut menjadi peran santri dalam mendedikasikan baktinya kemudian menjalankan misi-misi yang diemban oleh Nahdlatul Ulama sekaligus senantiasa memberikan manfaat bagi agama, bangsa, lalu negara.
Ketua Umum Duta Santri Nasional, Syifa’ Nurda Mu’affa mengatakan kompetisi ini merupakan upaya untuk menumbuhkan bakat yang dimaksud dimiliki para santri dalam berbagai bidang sekaligus memberikan dampak positif pada kemajuan bangsa.
“Kompetisi ini kami adakan setiap dua tahun sekali sebagai wujud komitmen dalam membangun negeri kemudian menggerakkan para santri menjadi agen perubahan yang mana positif, kami percaya bahwa santri memiliki peran yang digunakan sangat penting dalam menciptakan perdamaian dunia,” katanya.
Selain itu, yang dimaksud menarik pada Duta Santri Nasional 2023 yakni mengapresiasi para desainer muda dalam menampilkan desain busananya untuk dikenakan oleh 48 finalis yang dimaksud tengah berkompetensi.
Pada kesempatan itu, dua Ponpes pada Jatim berhasil merebut Duta Santri 2023, masing-masing Pondok Pesantren Al Jihad Surabaya, serta Pondok Pesantren Luhur Malang.
Terpilih sebagai Duta Santri putra atas nama Ahmad Nasikhul Huda dari Pondok Pesantren Al Jihad, Surabaya. Sedang Duta Santri putri terpilih atas nama Norma Hasanatul dari Pondok Pesantren Luhur Malang.
Selalu update info terkini. Simak breaking news serta berita pilihan dari Tempo.co di area kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.
You may also like
Pos-pos Terbaru
- Daftar Ide Wedding Wishes, Simple tapi Berkesan
- Roadmap Implementasi Warehouse Management System: 5 Fase dan Titik Gagal yang Sering Diabaikan
- Penyebab Tarikan Gas Motor Ngempos dan Cara Mengatasinya
- Panduan Praktis Pemda: Membangun Rumah Sakit dan Akses Air Bersih di Tengah Keterbatasan Dana Fiskal
- Cara Memutihkan Gigi Kuning dengan Aman dan Efektif
Tinggalkan Balasan