RI Masih Rentan Kebocoran Data Meski Punya PDP, Apa Masalahnya?
admin September 4, 2023 ArticleKasus masih juga terjadi, meskipun Indonesia saat ini sudah mempunyai Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (). Lalu, di tempat tempat mana letak masalahnya?
Panji Wasmana, National Technology Officer Microsoft Indonesia mengatakan ada banyak faktor yang dimaksud mana menimbulkan kasus kebocoran data masih rentan dalam tempat dalam negeri, meskipun sudah ada UU PDP. Faktor pertama, menurutnya adalah mengamankan data besar membutuhkan proses serta waktu yang mana mana tidak ada ada sebentar.
“Jadi, mengamankan sesuatu itu membutuhkan proses ya. Effort ini enggak sedikit, dalam artian, kalau kita lihat UU PDP itu kan sebenarnya perlindungan data pribadi. Kalau kita lihat tak semua data pribadi ada pada dalam company,” kata Panji di tempat dalam kantor Microsoft Indonesia, Jakarta, Rabu (18/10).
“Jadi perlu pemahaman lebih tinggi lanjut lanjut bagaimana dia mengidentifikasi sebuah data itu masuk data personal atau tidak. kemudian ketika sudah tahu data tersebut, next step-nya adalah bagaimana kita menjamin data itu terproteksi,” imbuhnya.
Menurutnya data yang mana terproteksi itu juga harus dilihat lagi runutannya, seperti tujuan pengaplikasian data, database penyimpanan data, serta perlunya membatasi siapa sekadar yang tersebut dapat mengakses data tersebut.
Ia menjelaskan dengan hal-hal hal itu juga membutuhkan konstruksi ekonomi yang dimaksud dimaksud tak sedikit serta pelatihan-pelatihan yang tersebut mana tak ada sebentar.
“Ketika saya ditanya teman-teman industri, dari mana kita mulai, saya bilang untuk mengamankan sesuatu adalah understanding apa yang mana mana perlu kita amankan. Kedua, ada pada mana, level risk exposure ada pada tempat mana,” jelasnya.
Panji mengatakan level risiko kebocoran data dapat menentukan level kesesuaian yang dimaksud dimaksud akan dicapai juga pembangunan sektor ekonomi keamanan siber seperti apa yang digunakan dimaksud dibutuhkan. Dan, menurutnya, hal ini juga membutuhkan proses yang mana mana bertahap.
Menurut dia terkadang investasi modal bisa jadi hanya jadi bukan mencukupi, bahkan tingkat kesadarannya tak ada dalam tempat level risiko tersebut.
“Itu mengapa kebocoran data masih terjadi sekarang,” ujar dia.
Cegah kebocoran data dengan AI, efektifkah?
Menurut Panji teknoloti kecerdasan buatan (AI) mampu menjadi salah satu alat untuk mencegah kebocoran data. Sejumlah perusahaan teknologi pun sudah menggunakan AI untuk melakukan tersebut.
Menurutnya perusahaan-perusahaan teknologi besar memanfaatkan AI untuk menganalisa perilaku dari user. Misalnya, AI dapat digunakan sebagai alarm bagi tindakan ‘sembrono’ dari karyawan sebuah perusahaan.
“Contoh kalau sering mengakses dokumen a, b, c juga tiba-tiba membuka dokumen lain tengah malam dan juga juga dalam area luar kantor, kemudian di-download banyak dokumen itu mampu memberikan alert bahwa ada misbehaviour dari sisi individu user. Itu yang dimaksud digunakan udah kita punya dari teknologi jarak jarak jauh hari,” jelas dia.
“AI digunakan untuk menghasilkan sistem lebih tinggi lanjut cerdas lalu mampu mengenali beberapa pattern yang digunakan itu tersembunyi dari aktivitas user, tapi sekali lagi, ini bukan semata-mata terkait sistem AI, tapi juga user-nya,” papar dia.
You may also like
Pos-pos Terbaru
- Panduan Praktis Pemda: Membangun Rumah Sakit dan Akses Air Bersih di Tengah Keterbatasan Dana Fiskal
- Cara Memutihkan Gigi Kuning dengan Aman dan Efektif
- Tips Membeli Mukena Premium Original agar Tidak Salah Pilih Produk!
- Nonton Film Anime Kaya-chan Isn’t Scary, Diam-Diam Bikin Merinding
- Cara Mematikan Iklan di HP dengan Mudah dan Efektif
Tinggalkan Balasan