Skip to content
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Teknologi
Copyright jalaninformasi.com 2026
Theme by ThemeinProgress
Proudly powered by WordPress
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Teknologi
jalaninformasi.comBerbagai Informasi Update
  • You are here :
  • Home
  • Liburan
  • Pariwisata berkelanjutan cegah wisatawan lakukan asusila
Pariwisata berkelanjutan cegah wisatawan lakukan asusila
Liburan

Pariwisata berkelanjutan cegah wisatawan lakukan asusila

admin Juli 31, 2023 Article

Jakarta – Kementerian Pariwisata lalu juga Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) merupakan upaya untuk mencegah wisatawan lokal atau asing melakukan asusila di tempat dalam tempat wisata atau sarana umum lainnya.

“Yang paling ditekankan supaya asusila tiada terjadi ada dua hal yaitu terkait aman lalu nyaman,” kata Ketua Tim Kerja Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenparekraf Mulyanto YS dalam konferensi pers dalam area Jakarta, Jumat.

Menanggapi maraknya tren liburan di dalam tempat dalam kota (staycation) di dalam tempat kalangan anak muda yang mana mana berpotensi memperbanyak kasus asusila, Mulyanto memverifikasi bahwa Kemenparekraf terus memperkuat koordinasi dengan pihak pengelola serta polisi pariwisata agar ketertiban serta nilai-nilai lokal tetap terjaga.

Hal ini sejalan dengan konsep pariwisata berkelanjutan, yang digunakan mana mempunyai empat pilar yang dimaksud dijadikan fokus utama yaitu pengelolaan berkelanjutan (bisnis pariwisata), perekonomian berkelanjutan (sosio ekonomi) jangka panjang, keberlanjutan budaya (sustainable culture) yang dimaksud digunakan harus selalu dikembangkan kemudian dijaga, lalu aspek lingkungan (environment sustainability).

Dari pilar-pilar itu, pemerintah berupaya agar seluruh kegiatan wisata yang digunakan digunakan ada dalam tempat Indonesia dapat diminati oleh wisatawan, tak cuma untuk berlibur, tetapi juga memperhatikan protokol berwisata yang tersebut digunakan berkaitan dengan kesehatan, keamanan, kenyamanan, lalu kelestarian alam.

Mulyanto pun menekankan dalam menjaga kearifan lokal tetap terjaga, pemerintah tidaklah semata-mata mencegah tindakan asusila yang mana dimaksud dilaksanakan oleh oknum tidaklah ada bertanggung jawab saja, tetapi juga dikerjakan terhadap kesulitan carbon offset yang jadi salah satu fokus Kemenparekraf.

Selanjutnya, pariwisata berkelanjutan juga diharapkan dapat memperbaiki posisi pariwisata bangsa dalam skala global yang tersebut hal itu berdasarkan data Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2022, Indonesia menduduki peringkat 32 negara dari ratusan lebih lanjut tinggi negara yang dimaksud ada dalam dunia.

"Perlu diperhatikan ada beberapa indikator yang mana hal itu masih rendah, misalnya environment sustainbility (lingkungan yang tersebut mana berkelanjutan), itu kita malah dalam area peringkat 69, jadi ini memang sedikit mencengangkan," ujarnya.

Menurut dia, kehadiran konsep hal hal tersebut dapat membuktikan, jika perkembangan pariwisata di dalam dalam Indonesia dapat difokuskan untuk mengejar kualitas, dibandingkan kuantitas baik dari segi pengelolaan destinasi wisata maupun wisatawan yang digunakan itu datang.

Mulyanto menambahkan pemerintah selama ini juga turut memantau tiap kegiatan atau acara yang tersebut digunakan diselenggarakan lalu menjalin kerja sejenis yang digunakan dimaksud baik bersama kelompok-kelompok pariwisata yang dimaksud ada dalam daerah.

“Kita juga memperhatikan kualitas utilitasnya seperti apa, kemudian juga praktiknya. Bukan lagi memprioritaskan angka, tapi kualitasnya,” kata Analis Kebijakan Kemenparekraf itu.

You may also like

Kenapa Belanda Patut Dipilih untuk S2? Ini Alasannya

Tiket Jakarta Hongkong Untuk Menikmati Wisata Belanja

Singapura targetkan wisatawan dari kota-kota besar Indonesia

24 pasang sapi kerap berebut Piala Presiden RI 2023

Samsonite, WERGUD, lalu Plus Jakarta upcycle koper bekas

Rekomendasi hotel untuk penggemar MotoGP pada Malaysia

Tags: kemenparekraf, pariwisata berkelanjutan, pariwisata hijau, polisi pariwisata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Apa Saja Fitur Kenyamanan dan Fungsi-Fungsi Penunjang di Honda Scoopy 2024?
  • Prospek Usaha Cuci Mobil Hidrolik di Medan dan Estimasi Modal yang Dibutuhkan
  • Apa Saja yang Biasanya Dicek Saat Servis Motor?
  • Pentingnya Jasa Anti Rayap untuk Menjaga Ketahanan Rumah
  • Tips Membeli Vario 160 Bekas agar Tetap Untung dan Nyaman Dipakai

Laman

  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Pos-pos Terbaru

  • Apa Saja Fitur Kenyamanan dan Fungsi-Fungsi Penunjang di Honda Scoopy 2024?
  • Prospek Usaha Cuci Mobil Hidrolik di Medan dan Estimasi Modal yang Dibutuhkan
  • Apa Saja yang Biasanya Dicek Saat Servis Motor?
  • Pentingnya Jasa Anti Rayap untuk Menjaga Ketahanan Rumah
  • Tips Membeli Vario 160 Bekas agar Tetap Untung dan Nyaman Dipakai

Archives

  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Februari 2025
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023

Categories

  • asuransi
  • Bisnis
  • Kartu Kredit
  • Kesehatan
  • Liburan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Teknologi
  • Uncategorized

Laman

  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright jalaninformasi.com 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress