Jakarta – Elon Musk mengatakan pada hari Jumat, 20 Oktober 2023, bahwa media media sosial X, yang dimaksud sebelumnya dikenal sebagai Twitter, akan segera meluncurkan dua tingkat langganan premium baru.
“Yang satu berbiaya lebih tinggi rendah dengan semua fiturnya, tapi tak ada pengurangan iklan, dan juga yang digunakan lainnya lebih tinggi mahal, tapi tidaklah ada iklan,” kata Musk dalam postingan dalam X, dikutip dari Reuters.
Musk, yang tersebut mengambil alih media hal tersebut pada Oktober 2022, telah lama berusaha meningkatkan pendapatan dengan membebankan biaya kepada pengguna juga merayu kembali pengiklan, yang mana berhenti membeli iklan setelah Musk memecat sebagian besar karyawan kemudian membubarkan tim moderasi konten.
Musk telah terjadi mengakui bahwa media yang telah dilakukan mengalami penurunan pendapatan serta menyalahkan para aktivis sebab menekan pengiklan.
Meskipun dia tiada memberikan rincian lebih lanjut lanjut mengenai paket berlangganan, uji kasus oleh X awal pekan ini menyarankan beberapa pembatasan bagi pengguna yang tiada ingin membayar untuk layanan tersebut.
X mulai membebankan biaya $1 kepada pengguna baru di tempat Selandia Baru lalu Filipina sebagai uji coba untuk mengakses platform.
Pengguna baru yang tersebut memilih untuk tidaklah berlangganan cuma akan dapat melakukan tindakan “hanya baca”, seperti: membaca postingan, menonton video, lalu mengikuti akun, kata perusahaan itu di tempat situsnya.
Metode berlangganan jaringan “Bukan Bot” bertujuan untuk mengurangi spam, manipulasi platform, serta aktivitas bot.
Perusahaan teknologi besar lainnya juga sudah bereksperimen dengan gabungan paket dukungan iklan serta langganan. Meskipun Youtube Alphabet (GOOGL.O) miliki layanan berbayar dan juga gratis yang mana didukung iklan, paket yang mana didukung iklan Netflix (NFLX.O) juga dikenakan biaya, meskipun dengan nilai yang lebih banyak murah.
YouTube, seperti X yang mana dipenuhi konten dari pengguna, membagi sebagian pendapatan langganannya dengan pembuat konten. X, yang juga membagi sebagian pendapatan iklannya dengan pembuat konten, tak mengungkapkan apakah pembuat konten akan dibayar dalam model berlangganan bebas iklan.
Untuk menghasilkan pendapatan, Musk mulai mengenakan biaya $8 per bulan untuk layanan berlangganan cek biru dan juga menawarkan diskon kepada perusahaan untuk beriklan di area platform digital tersebut.
Namun ketika perusahaan menghadapi kritik atas lemahnya moderasi konten, pengiklan tiada ingin iklan dia muncul di dalam samping konten yang dimaksud tiada pantas.
Pekan lalu, Komisi Eropa meluncurkan penyelidikan terhadap X untuk melihat apakah X mematuhi peraturan teknologi baru mengenai konten ilegal kemudian berbahaya menyusul penyebaran disinformasi pada platformnya setelah serangan Hamas terhadap Israel.
Selalu update info terkini. Simak breaking news serta berita pilihan dari Tempo.co di area kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.
You may also like
Pos-pos Terbaru
- Apa Saja Fitur Kenyamanan dan Fungsi-Fungsi Penunjang di Honda Scoopy 2024?
- Prospek Usaha Cuci Mobil Hidrolik di Medan dan Estimasi Modal yang Dibutuhkan
- Apa Saja yang Biasanya Dicek Saat Servis Motor?
- Pentingnya Jasa Anti Rayap untuk Menjaga Ketahanan Rumah
- Tips Membeli Vario 160 Bekas agar Tetap Untung dan Nyaman Dipakai
Tinggalkan Balasan